Macam-macam Bentuk Investasi, Dari Tabungan Hingga Properti

 

Apa yang akan Anda lakukan ketika mendapatkan rezeki tiba-tiba? Mungkin sebagian dari Anda akan menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang yang sudah sejak lama diinginkan, mungkin Anda berencana memperbaiki rumah, atau membeli kendaraan. Atau bisa jadi Anda ingin menggunakannya untuk membiayai usaha Anda? Jika mempunyai dana lebih, Anda sebenarnya bisa melakukan alternatif lain lagi, yaitu investasi.

 

Investasi sendiri didefinisikan sebagai kegiatan di mana Anda membeli aset atau barang, dengan harapan di masa depan nanti Anda akan mendapatkan keuntungan darinya. Jadi uang yang Anda dapatkan tidak langsung dimanfaatkan sekarang juga, melainkan “ditanam” lebih dahulu, untuk mendapatkan “buah” yang lebih nantinya. Beberapa orang tak selalu mempunyai kesabaran untuk menunggu hasil tersebut, dan lebih memilih untuk membelanjakannya sekarang. Namun bagi Anda yang ingin agar keuntungan tersebut bisa berlipat ganda nantinya, melakukan kegiatan ini adalah alternatif terbaik.

 

Bentuk-bentuk dari penanaman modal ini sendiri ada beberapa macam, apalagi di zaman modern ini Anda bisa melakukannya bahkan dengan jumlah yang tak terlalu banyak. Untuk yang resikonya paling rendah dan paling mudah, bahkan sering dilakukan, ada 2 macam, tabungan dan deposito. Perhatikan ini:

 

  1. Tabungan

Anda tentu sudah tahu hal ini, di mana Anda menyimpan uang Anda untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Resikonya sangat rendah, Anda bisa mengambilnya kapan saja, hanya bunganya terlalu kecil.

 

  1. Deposito

Mirip dengan tabungan di mana Anda menyimpan uang di bank. Hanya saja Anda tak bisa menariknya sewaktu-waktu, kecuali sudah jatuh tempo. Bunganya lebih besar dari tabungan.

 

Kedua bentuk investasi tersebut memang mempunyai resiko yang terendah. Beda dengan bentuk-bentuk penanaman modal berikut ini, yang lebih beresiko:

 

  1. Reksadana

Dana secara kolektif dikumpulkan dari Anda dan nasabah-nasabah lain, lalu oleh Manajer Investasi dikelola sehingga untung, yang lalu dibagi rata ke para investor. Mudah, resiko cenderung rendah, namun mungkin Anda tak puas dengan hasilnya.

 

  1. Obligasi

Surat hutang yang membuktikan bahwa pemerintah atau perusahaan tertentu berhutang pada Anda, yang akan dikembalikan kepada Anda beserta dengan hutang. Bunganya besar, tapi waktunya lama (1 tahun lebih), dan kalau perusahaan bangkrut, maka hilanglah keuntungan Anda. (Baca juga : Daftar Mobil Irit 2017)

 

  1. Saham

Anda mempunyai kepemilikan dalam perusahaan, karena Anda menanam uang untuk modal perusahaan tersebut. Keuntungannya nanti akan diberikan secara dividend. Hasilnya bisa berkali-kali lipat, tapi resiko juga besar ketika saham harganya turun.

 

  1. Properti

Rumah dan tanah yang harganya terus naik juga bentuk investasi. Anda bisa menjualnya saat harga sudah naik, dan mendapatkan banyak untung. Kerugiannya? Properti bukan aset yang mudah dijual.

 

  1. Emas

Harga emas selalu stabil, bahkan naik. Jika membeli emas dan kemudian menjualnya ketika harga naik, Anda akan mendapatkan hasil berlimpah.

 

Anda yang berpikir untuk melakukan penanaman dana seperti ini bisa memulainya dari sekarang, asalkan Anda:

 

  • Memulainya dulu dari yang kecil, sehingga Anda bisa belajar bagaimana melakukannya.
  • Lakukan diversifikasi, jangan hanya mempunyai satu jenis investasi saja.
  • Awasi investasi, tapi jangan menjadikannya obsesi Anda, karena ini justru akan membuat Anda tambah stress.

 

Jadi pada intinya, melakukan investasi merupakan bentuk dari usaha Anda untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi, dengan membuat uang yang Anda miliki bergerak, tak hanya diam saja di dalam kantong Anda. Investasi ini juga bisa menjadi peluang usaha, karena Anda menghasilkan profit yang menguntungkan dengan kecerdasan membaca situasi yang ada.